Rabu, 20 Oktober 2010

Kertas Putih

Aku hanyalah serpihan kertas yang tak berguna
Namun kau angkat diriku yang rapuh
Kau rangkai diriku penuh kasih dan cinta
Aku terlahir kembali
Menjadi satu kertas putih
Bersih tanpa noda dan cela

Waktu seakan berlari di mataku
Aku yang dahulu putih
Kini kotor
Terlalu hina dan tak pantas
Begitu banyak cela dan dusta
Tinta berwarna kelam
Seakan berusaha merobek serat-seratku
Layak untuk menjadi sampah

Dari dalam lubuk hatiku yang terdalam
Aku mohon ampunanmu
Aku sungguh mencintaimu oh bunda
Maafkan aku atas segala kelalaianku
Maafkan aku atas semua ucapku yang menggores hatimu
Akan kulakukan apapun untukmu
Meskipun harus aku besujud dan kucium kakimu
Akan aku lakukan
Agar kau kembali merengkuhku dalam hangat pelukmu
Agar kembali kau lantunkan nyanyian surga dalam hidupku
Dan aku kembali menjadi sehelai kertas putih bersih
Dan aku dapat menjadi kebangganmu
Bundaku tercinta.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar