Rabu, 20 Oktober 2010

Serpihan Rindu Untuk Ayah

Begitu cepat waktu berlalu
Rinduku ini seakan menjalar ke seluruh nadiku
Ingatanku kembali ke masa silam
Gelak tawa saat bercanda
Indahnya masa-masa mungilku
Tawa yang berderai
Tangis dan sedu sedan..
Aku termenung dalam diam

Menyesali waktu yang tak dapat diputar
Aku rindu..
Rindu pada belai kasihmu
Ingin aku, sekali saja
Ada di dalam hangat pelukmu

Riak-riak air membangunkanku
Orang yang telah tiada
Sampai kapanpun itu, tak mungkin bangkit
Apalah arti penyesalanku kini?
Lebih baik aku terus maju
Ingin meraih masa depan yang terbentang
Nanti, aku pasti akan membahagiakanmu
Aku berjanji, Ayah..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar