Begitu cepat waktu berlalu
Rinduku ini seakan menjalar ke seluruh nadiku
Ingatanku kembali ke masa silam
Gelak tawa saat bercanda
Indahnya masa-masa mungilku
Tawa yang berderai
Tangis dan sedu sedan..
Aku termenung dalam diam
Menyesali waktu yang tak dapat diputar
Aku rindu..
Rindu pada belai kasihmu
Ingin aku, sekali saja
Ada di dalam hangat pelukmu
Riak-riak air membangunkanku
Orang yang telah tiada
Sampai kapanpun itu, tak mungkin bangkit
Apalah arti penyesalanku kini?
Lebih baik aku terus maju
Ingin meraih masa depan yang terbentang
Nanti, aku pasti akan membahagiakanmu
Aku berjanji, Ayah..
Rabu, 20 Oktober 2010
Selalu Ada
Saat aku berusaha sekuat tenaga
Untuk melupakannya
Kau datang
Membawa sejuta bahagia
Aku kembali bersinar
Setelah mendung menghiasi hariku
Aku bisa kembali merona
Tertawa bersamamu
Kau ubah hidupku
Setelah sekian lama
Hatiku tertutup
Tak bisa merasakan kasih tulus
Aku bahagia
Kau ada di sampingku
Sakit hati ini memudar
Karena kudengar tawa manismu
Aku kembali merasakannya
Rasa yang membuatku sakit
Namun akan kucoba
Menjalani kembali
Belajar dari masa lalu
Awalnya terasa manis
Lama-lama menjadi pahit
Semoga kali ini beda
Aku takkan banyak berharap
Aku tak mau sakit lagi
Mungkin hanya sebatas sahabat
Agar kau bisa selalu ada
Untuk melupakannya
Kau datang
Membawa sejuta bahagia
Aku kembali bersinar
Setelah mendung menghiasi hariku
Aku bisa kembali merona
Tertawa bersamamu
Kau ubah hidupku
Setelah sekian lama
Hatiku tertutup
Tak bisa merasakan kasih tulus
Aku bahagia
Kau ada di sampingku
Sakit hati ini memudar
Karena kudengar tawa manismu
Aku kembali merasakannya
Rasa yang membuatku sakit
Namun akan kucoba
Menjalani kembali
Belajar dari masa lalu
Awalnya terasa manis
Lama-lama menjadi pahit
Semoga kali ini beda
Aku takkan banyak berharap
Aku tak mau sakit lagi
Mungkin hanya sebatas sahabat
Agar kau bisa selalu ada
Kertas Putih
Aku hanyalah serpihan kertas yang tak berguna
Namun kau angkat diriku yang rapuh
Kau rangkai diriku penuh kasih dan cinta
Aku terlahir kembali
Menjadi satu kertas putih
Bersih tanpa noda dan cela
Waktu seakan berlari di mataku
Aku yang dahulu putih
Kini kotor
Terlalu hina dan tak pantas
Begitu banyak cela dan dusta
Tinta berwarna kelam
Seakan berusaha merobek serat-seratku
Layak untuk menjadi sampah
Dari dalam lubuk hatiku yang terdalam
Aku mohon ampunanmu
Aku sungguh mencintaimu oh bunda
Maafkan aku atas segala kelalaianku
Maafkan aku atas semua ucapku yang menggores hatimu
Akan kulakukan apapun untukmu
Meskipun harus aku besujud dan kucium kakimu
Akan aku lakukan
Agar kau kembali merengkuhku dalam hangat pelukmu
Agar kembali kau lantunkan nyanyian surga dalam hidupku
Dan aku kembali menjadi sehelai kertas putih bersih
Dan aku dapat menjadi kebangganmu
Bundaku tercinta.....
Namun kau angkat diriku yang rapuh
Kau rangkai diriku penuh kasih dan cinta
Aku terlahir kembali
Menjadi satu kertas putih
Bersih tanpa noda dan cela
Waktu seakan berlari di mataku
Aku yang dahulu putih
Kini kotor
Terlalu hina dan tak pantas
Begitu banyak cela dan dusta
Tinta berwarna kelam
Seakan berusaha merobek serat-seratku
Layak untuk menjadi sampah
Dari dalam lubuk hatiku yang terdalam
Aku mohon ampunanmu
Aku sungguh mencintaimu oh bunda
Maafkan aku atas segala kelalaianku
Maafkan aku atas semua ucapku yang menggores hatimu
Akan kulakukan apapun untukmu
Meskipun harus aku besujud dan kucium kakimu
Akan aku lakukan
Agar kau kembali merengkuhku dalam hangat pelukmu
Agar kembali kau lantunkan nyanyian surga dalam hidupku
Dan aku kembali menjadi sehelai kertas putih bersih
Dan aku dapat menjadi kebangganmu
Bundaku tercinta.....
Langganan:
Postingan (Atom)